Pengembangan Pariwisata Berbasis Desa Adat Di Desa Bampalola Kabupaten Alor
DOI:
https://doi.org/10.70214/m5sjt043Keywords:
Pengembangan, pariwisata, desa adat, budayaAbstract
Kajian ini diarahkan untuk melihat pengembangan Pariwiwsata Berbasis Desa di Kabupaten Alor studi Di Desa Bampalola, karena Desa Bampalola masuk dalam kriteria alasan penetapan Desa Pemajuan Kebudayaan tingkat Nasional tahun 2025 karena memiliki kelebihan dan keunikan serta masih terpeliharaannya situs dan juga ritus serta masyarakat yang masih taat menjalankan tradisi dan warisan budaya dari leluhur, dengan segala konsekwensinya. Tujuan Penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan Pengembangan Pariwisata Berbasis Desa Adat Di Desa Bampalola Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor Dan Hambatan internal masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Desa Adat Di Desa Bampaloka Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Kualitatif dengan pendekatan dalam kontruktivisme dalam melihat secara aktif pemahaman pemerintah Desa dan masyarakat adat Bampalola. Penelitian ini bersifatnya deskriptif analitis, komparatif, dengan menitik beratkan pada makna, dan data yang diperoleh dapat melalui hasil pengamatan dan analisis dokumen. Temuan dalam penelitian ini adalah Pengembangan Pariwisata Berbasis Desa Adat Berhasil dikembangkan sebagai desa wisata adat Bampalola yang potensial atas inisiatif pemerintah desa bersama masyarakat khususnya tokoh adat berhasil membuat keputusan yaitu pengembangan dimulai dari wisata budaya yang berfokus pada pelestarian dan penonjolan acara adat serta kehidupan tradisional masyarakat setempat, termasuk penyewaan pakaian adat dan pembelian pernak-pernik khas. Hambatan internal masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Desa Adat Pemerintah Desa Bampalola belum memiliki Peraturan Desa. Keterbatasan yang lain adalah Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kelembagaan, Kuantitas dan kualitas SDM pengelola, Sistem pengelolaan sampah dan Ketergantungan pada Sektor Budaya.
References
Ahmad, H., Soeprabowati, T. R., & Purnaweni, H. (2022). Kearifan Tradisi Budaya sebagai Sarana Pelestarian Lingkungan serta Potensi Ekowisata pada Komunitas Masyarakat di Sekitar Hutan Lindung Petungkriyono (Studi Kasus Nyadran Gebyog). Pringgitan, 3(2), 68. https://doi.org/10.47256/prg.v3i2.165
Andriani, A., & Munawaroh, M. (2025). Pengaruh Digitalisasi terhadap Masyarakat Suku Baduy dalam Mempertahankan Adat dan Tradisi Leluhur. Master Manajemen, 3(1). https://doi.org/10.59603/masman.v3i1.710
Candra, A. C., & Sari, W. N. (2024). Analisis Strategi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata di Jasmine Park Cisauk. Jurnal Pariwisata dan Perhotelan, 2(1), 1–19.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Dewi, N. L. Y., Supriyono, B., Wijaya, A. F., & Rochmah, S. (2023). Local Wisdom-Based Sustainable Tourism Village Development Collaboration in Badung Regency. International Journal of Science and Society, 5(3), 134–143. https://doi.org/10.54783/ijsoc.v5i3.724
Fauzan, S., Wulandari, D., Saputra, S., & Nofriansyah, N. (2025). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Desa Samar, Tulungagung. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN, 6(3), 225–234. https://doi.org/10.23960/jpkmt.v6i3.243
Firmansyah, R., Patulak, M. R., Tania, M., & Pratitha, N. K. (2022). Pemetaan Potensi Wilayah Desa Pakisjajar sebagai Desa Wisata. Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 44–48. https://doi.org/10.32764/abdimas_ekon.v3i1.2362
Hidayat, W., Rabbani, M. Z., Asmarandana, L. M. D., Husni, L., & Wijayanti, I. (2024). Identifikasi Potensi Ekonomi Kreatif sebagai Pendukung Desa Wisata. Student Research Journal, 2(3), 205–220. https://doi.org/10.55606/srjyappi.v2i3.1302
Ilham Junaid, Dewi, W. O., Said, A., & Hanafi, H. (2022). Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan: Studi Kasus di Desa Paccekke, Kabupaten Barru, Indonesia. Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan), 6(3), 287–301.
Kasmawati, A., & Martho, A. E. K. (2023). Ritual To Ma’tinggoro Tedong pada Upacara Adat Rambu Solo’ dalam Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Toraja. Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 9(1), 166.
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. (2025). Penetapan Desa Pemajuan Kebudayaan tingkat Nasional tahun 2025. Direktorat Sumber Daya Manusia Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI.
Komariah, N., Saepudin, E., & Yusup, P. M. (2018). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Pariwisata Pesona, 3(2), 158–174. https://doi.org/10.26905/jpp.v3i2.2340
Lasaiba, M. A. (2022). Integrasi Kearifan Lokal dalam Ekowisata Berkelanjutan dari Perspektif Masyarakat Adat. Jurnal Jendela Pengetahuan, 15(1), 1–14.
Mighfar, S. (2015). Social Exchange Theory: Telaah Konsep George C. Homans tentang Teori Pertukaran Sosial. Lisan Al-Hal: Jurnal Pengembangan Pemikiran dan Kebudayaan, 9(2), 259–282. https://doi.org/10.35316/lisanalhal.v9i2.98
Ogbonna, H., & Mbah, C. (2022). Examining Social Exchange Theory and Social Change in the Works of George Caspar Homans: Implications for the State and Global Inequalities in the World Economic Order. Mediterranean Journal of Social Sciences, 13(2), 90. https://doi.org/10.36941/mjss-2022-0009
Pranoto, B., Utami, T., & Sunesti, Y. (2023). Pengembangan Desa Wisata Berjo Menuju SDGs Desa Mandiri dan Berkelanjutan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 12(2). https://doi.org/10.23887/jish.v12i2.61185
Rhiza, R. E. P., Lidiawati, L., & Purwanti, H. (2023). Strategi Pemberdayaan Pemandu Wisata Lokal dalam Menunjang Keberlanjutan Ekonomi dan Sosial Budaya Masyarakat (Studi pada Desa Adat Ngadas Poncokusumo Kab. Malang). Jurnal Sosiologi Nusantara, 9(1), 61–78. https://doi.org/10.33369/jsn.9.1.61-78
Rizani, D. F., & Sabila, S. V. (2024). Kewenangan Pemerintah Daerah dan Pengembangan Desa Wisata Samirono Kabupaten Semarang Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(12), 138–152.
Rudiarta, I. K. G., Arthanaya, I. W., & Suryani, L. P. (2020). Pengelolaan Alokasi Dana Desa dalam Pemerintahan Desa. Jurnal Analogi Hukum.
Salsabilah, G., Ferisco, F., & Sari, M. W. (2024). Program Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal: Mengembangkan Potensi Desa dalam Industri. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(5), 1601–1605. https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i5.1077
Sari, I. W., & Pinasti, V. I. S. (2020). Strategi Pokdarwis dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Desa Wisata (Studi Kasus Desa Wisata Giyanti, Wonosobo). Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi.
Satria Arif, S., Dinanti, D., & Sari, N. (2021). Kualitas Hidup Masyarakat Desa Wisata Adat Ngadas Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Jurnal Tata Kota dan Daerah.
Sihombing, E., & Sidiq, S. (2025). Strategi BUMDes dalam Pengembangkan Objek Wisata Pantai Sepahat di Kecamatan Bandar Laksamana. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(12A), 257–268.
Sudarmawan, S., & Hidayat, W. (2025). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Ekowisata Berbasis Kearifan Lokal dalam Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan di Dusun Tuing Desa Mapur Kabupaten Bangka. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 4(12), 3843–3854. https://doi.org/10.55681/sentri.v4i12.5096
Sufyanto, S. (2024). Panorama History of Social Exchange Theory: Sejarah Panorama Teori Pertukaran Sosial. Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi, 13(1), 56–63. https://doi.org/10.21070/kanal.v13i1.1800
Sukmadi, S., Kasim, F., Simatupang, V., Goeltom, A. D. L., & Saftara, I. (2020). Strategi Pengembangan Wisata Berbasis Kearifan Lokal pada Desa Wisata Pagerharjo Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta. Masyarakat Pariwisata: Journal of Community Services in Tourism, 1(1), 1–12. https://doi.org/10.34013/mp.v1i1.356
Syahputra, M., Fikri, A. N., & Suryaningsih, S. (2025). Peran Pokdarwis dalam Pengembangan Potensi Desa Wisata dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Desa Resun. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 4(1), 31–40. https://doi.org/10.59025/1drje689
Telaumbanua, A., Siahaan, A. Y., & Amin, M. (2023). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Nias Selatan. Perspektif, 12(1), 212–225.
Wulandari, D. (2024). Implementasi Program Pemajuan Kebudayaan Desa: Tinjauan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Budaya. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 9(1), 20–34. https://doi.org/10.24832/jpnk.v9i1.4489
Wulandari, M. P., & Agustina, I. F. (2022). Infrastructure Facilities in Tourism Village Management. Indonesian Journal of Cultural and Community Development, 11, 6–10. https://doi.org/10.21070/ijccd2022769
Yanti, S. D., & Indahsari, K. (2024). Dampak Pembangunan Desa Wisata terhadap Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Buletin Ekonomika Pembangunan, 5(1), 152–170. https://doi.org/10.21107/bep.v5i1.26135
Yuwono, E. S., Wibowo, D. H., & Therik, W. M. (2024). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal: Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Pelaku Usaha Melalui Appreciative Inquiry. Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 309–318. https://doi.org/10.24246/jms.v4i32024p309-318
Zulhuda, R., Delima, I. P., Oktavianti, W., Azizah, F., & Zora, F. (2025). Kearifan Lokal sebagai Sumber Inspirasi dalam Pengembangan Produk Wisata Budaya Kreatif. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(3), 2089–2100. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i3.19289
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Baesaku, Rahmad Laan, Ahmad Atang, syarifuddin darajad (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan karyanya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut.
1. Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 . yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya tersebut dengan pengakuan atas kepengarangan karya dan penerbitan awal dalam jurnal ini.
2. Penulis dapat membuat pengaturan kontraktual terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif versi terbitan jurnal dari suatu karya (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awal dalam jurnal ini.
3. Penulis diizinkan dan didorong untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat Dampak Akses Terbuka).

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4550198/original/016488700_1692862388-cover.jpg)








